SEJARAH OMAH DOME
Sabtu tanggal 27
Mei 2006 rakyat Indonesi kembali berduka dengan terjadinya musibah gempa bumi
6,7 sr yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta di pagi hari. Gempa bumi
yang terjadi pukul 05:59 WIB ternyata mengakibatkan kerusakan yang sangat
hebat, banyak sekali rumah-rumah penduduk yang rata dengan tanah, banyak sekali
masyarkat yang kehilangan harta benda, tak terkecuali bangunan-bangunan instansi
milik pemerintah, sekolah-sekolah dan fasilatas umum lainya ikut hancur, bahkan ribuan nyawa melayang akibat terkena
reruntuhan bangunan rumah mereka, banyak yang kehilangan sanak keluarga, orang
tua dan anak sendiri.Bencana gempa bumi ini memang meninggalkan kesedihan yang
sangat mendalam.
Disuatu daerah diYogyakarta timur,
di Kecamatan Prambanan, tepatnya di Dusun Sengir,Kalurahan Sumberharjo,
terdapat sebuah perkampungan kecil di lereng perbukitan namanya Dusun Nglepen
tak luput dari bencana gempa bumi ini. Bahkan disini sangat parah sekali karena
akibat dari bencana ini, perkampungan ini tidak bisa ditempati lagi. Karena
tanah diperkampungan ini mengalami amblas, retak-retak dan longsor. Para
penduduknya segera mingungsi ketempat-tempat yang lebih aman. Akibat dari gempa
bumi ini penduduk disini tidak hany kehilangan tempat tinggal tapi tanah
kelahirannyapun tidak bisa ditempati lagi. Sungguh keadaan yang sangat
menyedihkan.
Setelah empat bulan lamanya penduduk
disini tinggal ditenda akhirnya ada kabar yang menggembirakan dari pihak
pemerintah, bahwa masyarakat disini akan direlokasi di tempat yang sangat aman.
Akhirnya pada bulan September 2006 penduduk disini mendapat bantuan rumah dari Lembaga
Masyarakat Non Pemerinta di Amerika Serikat, yang bentukanya sangat unik yaitu
rumah Domes atau rumah iglo atau yang lebih dikenal oeleh masyarakat dengan
sebutan rumah teletubis karena bentuk rumahnya yang bulat seperti rumah
teletubis.
Pada
bulan September 2006 ini pula, proyek pembangunan rumah tersebut dimulai.
Rumah-rumah Domes untuk masyarakat Nlepen ini dibangun diatas tanah kas Desa
Sumberharjo. Pembangunan rumah Domes ini selesai pada bulan April 2007. Dan
diresmikan pada tanggal 29 April 2007 oleh Menteri Pemukiman Hidup yaitu Bapak
Prof. Dr. Alwi Sihab. Setelah diresmikan dan diserahkan ke masyarakat maka
mulai sejak itu rumah Domes ini boleh ditempati oleh warga Nglepen. Selanjutnya
atas kehendak LSM tersebut perkampungan ini diberi nama NEW NGLEPEN. Karena
bentuknya yang bulat akhirnya terkenal dengan sebutan Domes New Nglepen atau
Teletubis

Tidak ada komentar :
Posting Komentar