Selasa, 08 Oktober 2013

          SEJARAH OMAH DOME

              Sabtu tanggal 27 Mei 2006 rakyat Indonesi kembali berduka dengan terjadinya musibah gempa bumi 6,7 sr yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta di pagi hari. Gempa bumi yang terjadi pukul 05:59 WIB ternyata mengakibatkan kerusakan yang sangat hebat, banyak sekali rumah-rumah penduduk yang rata dengan tanah, banyak sekali masyarkat yang kehilangan harta benda, tak terkecuali bangunan-bangunan instansi milik pemerintah, sekolah-sekolah dan fasilatas umum lainya ikut hancur,  bahkan ribuan nyawa melayang akibat terkena reruntuhan bangunan rumah mereka, banyak yang kehilangan sanak keluarga, orang tua dan anak sendiri.Bencana gempa bumi ini memang meninggalkan kesedihan yang sangat mendalam.
            Disuatu daerah diYogyakarta timur, di Kecamatan Prambanan, tepatnya di Dusun Sengir,Kalurahan Sumberharjo, terdapat sebuah perkampungan kecil di lereng perbukitan namanya Dusun Nglepen tak luput dari bencana gempa bumi ini. Bahkan disini sangat parah sekali karena akibat dari bencana ini, perkampungan ini tidak bisa ditempati lagi. Karena tanah diperkampungan ini mengalami amblas, retak-retak dan longsor. Para penduduknya segera mingungsi ketempat-tempat yang lebih aman. Akibat dari gempa bumi ini penduduk disini tidak hany kehilangan tempat tinggal tapi tanah kelahirannyapun tidak bisa ditempati lagi. Sungguh keadaan yang sangat menyedihkan.
            Setelah empat bulan lamanya penduduk disini tinggal ditenda akhirnya ada kabar yang menggembirakan dari pihak pemerintah, bahwa masyarakat disini akan direlokasi di tempat yang sangat aman. Akhirnya pada bulan September 2006 penduduk disini mendapat bantuan rumah dari Lembaga Masyarakat Non Pemerinta di Amerika Serikat, yang bentukanya sangat unik yaitu rumah Domes atau rumah iglo atau yang lebih dikenal oeleh masyarakat dengan sebutan rumah teletubis karena bentuk rumahnya yang bulat seperti rumah teletubis.
            Pada bulan September 2006 ini pula, proyek pembangunan rumah tersebut dimulai. Rumah-rumah Domes untuk masyarakat Nlepen ini dibangun diatas tanah kas Desa Sumberharjo. Pembangunan rumah Domes ini selesai pada bulan April 2007. Dan diresmikan pada tanggal 29 April 2007 oleh Menteri Pemukiman Hidup yaitu Bapak Prof. Dr. Alwi Sihab. Setelah diresmikan dan diserahkan ke masyarakat maka mulai sejak itu rumah Domes ini boleh ditempati oleh warga Nglepen. Selanjutnya atas kehendak LSM tersebut perkampungan ini diberi nama NEW NGLEPEN. Karena bentuknya yang bulat akhirnya terkenal dengan sebutan Domes New Nglepen atau Teletubis

Tidak ada komentar :

Posting Komentar