Sahabat Donor Darah ESQ Gandeng PMI
Gelar Aksi Kedua
Menjadikan Donor Darah
Sebagai Gaya Hidup
photo Iwan
Relawan Sahabat Donor Darah ESQ bekerjasama dengan PMI kota Yogyakarta
menggelar aksi donor darah di Lahan Parkir Lembah
UGM
Yogyakarta –Donor
darah memang tak hanya dijadikan sebagai
aksi kemanusiaan semata, lebih dari itu sebagian masyarakat sudah menjadikannya
sebagai gaya hidup. Selain menyehatkan,
donor darah merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama yang syarat akan nilai
ibadah.
Aksi mulia ini pun ditunjukkan oleh puluhan relawan yang tergabung
dalam Sahabat Donor Darah. Komunitas di bawah naungan lembaga Emotional
Spritual Question (ESQ) ini bekerja sama dengan PMI kota Yogyakarta pada
Minggu (12/01/12) menyelenggarakan aksi kemanusiaan donor darah di Lahan parkir Lembah Universitas Gadjah Mada
(UGM).
“Kami mengusung tema Blood
Donate Is Our Life Style. Mendonorkan darah henaknya rutin dilakukan tiap tiga
bulan sekali. Aksi yang membuat tubuh sehat sehingga perlu dijadikan gaya
hidup” papar Ketua panitia Novita Praci
Putri. Selain mendapatkan bingkisan tambahan gizi dari PMI, setiap pendonor
diberikan cindera mata sebuah pin cantik.
Lebih lanjut mahasisiwi Universitas Islam Negeri Sunan
Kalijaga (UIN SUKA) tersebut berharap “Dengan adanya kegiatan donor darah
tersebut, diharapkan stok darah PMI saat ini akan meningkat, sehingga bisa
mencukupi kebutuhan darah untuk melayani masyarakat”.
Rencananya aksi yang sama akan kembali dilakukan pada 19 dan
26 Februari mendatang di tempat yang sama. Sahabat Donor Darah yang
beranggotakan sedikitnya 24 mahasiswa dari UIN, UAD, UMY, UGM dan UII inilah
yang aktif mempublikasikan baik melalui media cetak maupun jejaring sosial. Para pengnjung pasar Tiban UGM
danu masyarakat lain diharapkan berkontribusi menyumbangkan darah untuk
disumbangkan ke PMI kota Yogyakarta.
Kegiatan donor darah seperti ini sebenarrnya kali kedua
setelah sebelumnya digelar tiga hari berturut pada 27-29 Oktober 2011 di
Universitas Islam Negeri (UIN). Tingginya antusiasme masyarakat, mendorong
Sahabat Donor Darah, sebuah komunitas yang terbentuk 8 bulan silam ini untuk
kembali menggelar aksi serupa. Pada kegiatan kali ini sedikitnya 80 orang telah
mendaftarkan diri. Bahkan ada anak 14 tahun yang ingin mendartar, tetapi karena
terlalu muda maka tak diperbolehkan.
Salah seorang pendonor Wasis Wiratmoko mengaku baru pertama
kali melakukan donor darah. “Saya kebetulan pas jalan-jalan kok lihat bus Donor
Darah. Biar sehat jadi saya donor darah” jelasnya. Pria yang juga seorang
pembengkel itu memang rutin pada hari Minggu sebulan sekali melakukan rekreasi
di pasar Tiban UGM mengajak anak dan istrinya.
Dalam kegiatan ini, PMI kota Yogyakarta sedikitnya
menerjunkan empat orang. “Antusiasme kali ini amat tinggi, setidaknya sudah 40
kantong darah yang sudah kita dapat” papar Danun, Bagian Pelayanan darah PMI
cabang Kota Yogyakarta. Bagi siapa saja yang bersedia mendonorkan darah maka
PMI akan membuatkan kartu Donor Darah secara cuma-cuma. Kartu ini merupakan
desain terbaru yang disertai barcode dan identitas dari pendonor.
Kebutuhan kantong darah di PMI kota Yogyakarta per hari
mencapai ratusan. “Untuk berada di level
aman, stock harus ada minimal 200 kantong darah. Ini dikarenakan dalam sehari
PMI melayani permintaan 100 an kantong, padahal dalam sehari pendonor rata-rata
hanya mendapat 80 an kantong” terang
Danun. (iwn)
Ikhwanudin UMBY
Tidak ada komentar :
Posting Komentar