Sabtu, 19 Oktober 2013

Sahabat Donor Darah ESQ Gandeng PMI Gelar Aksi Kedua
Menjadikan Donor Darah Sebagai Gaya Hidup

photo Iwan
Relawan Sahabat Donor Darah ESQ bekerjasama dengan PMI kota Yogyakarta menggelar aksi donor darah di Lahan Parkir Lembah UGM

Yogyakarta –Donor darah memang  tak hanya dijadikan sebagai aksi kemanusiaan semata, lebih dari itu sebagian masyarakat sudah menjadikannya sebagai  gaya hidup. Selain menyehatkan, donor darah merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama yang syarat akan nilai ibadah.
Aksi mulia ini pun ditunjukkan oleh puluhan relawan yang tergabung dalam Sahabat Donor Darah. Komunitas di bawah naungan lembaga Emotional Spritual Question (ESQ) ini bekerja sama dengan PMI kota Yogyakarta pada Minggu (12/01/12) menyelenggarakan aksi kemanusiaan donor darah di  Lahan parkir Lembah Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Kami mengusung tema Blood Donate Is Our Life Style. Mendonorkan darah henaknya rutin dilakukan tiap tiga bulan sekali. Aksi yang membuat tubuh sehat sehingga perlu dijadikan gaya hidup” papar Ketua panitia  Novita Praci Putri. Selain mendapatkan bingkisan tambahan gizi dari PMI, setiap pendonor diberikan cindera mata sebuah pin cantik.
Lebih lanjut mahasisiwi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA) tersebut berharap “Dengan adanya kegiatan donor darah tersebut, diharapkan stok darah PMI saat ini akan meningkat, sehingga bisa mencukupi kebutuhan darah untuk melayani masyarakat”.  
Rencananya aksi yang sama akan kembali dilakukan pada 19 dan 26 Februari mendatang di tempat yang sama. Sahabat Donor Darah yang beranggotakan sedikitnya 24 mahasiswa dari UIN, UAD, UMY, UGM dan UII inilah yang aktif mempublikasikan baik melalui media cetak maupun  jejaring sosial. Para pengnjung pasar Tiban UGM danu masyarakat lain diharapkan berkontribusi menyumbangkan darah untuk disumbangkan ke PMI kota Yogyakarta.
Kegiatan donor darah seperti ini sebenarrnya kali kedua setelah sebelumnya digelar tiga hari berturut pada 27-29 Oktober 2011 di Universitas Islam Negeri (UIN). Tingginya antusiasme masyarakat, mendorong Sahabat Donor Darah, sebuah komunitas yang terbentuk 8 bulan silam ini untuk kembali menggelar aksi serupa. Pada kegiatan kali ini sedikitnya 80 orang telah mendaftarkan diri. Bahkan ada anak 14 tahun yang ingin mendartar, tetapi karena terlalu muda maka tak diperbolehkan.
Salah seorang pendonor Wasis Wiratmoko mengaku baru pertama kali melakukan donor darah. “Saya kebetulan pas jalan-jalan kok lihat bus Donor Darah. Biar sehat jadi saya donor darah” jelasnya. Pria yang juga seorang pembengkel itu memang rutin pada hari Minggu sebulan sekali melakukan rekreasi di pasar Tiban UGM mengajak anak dan istrinya.
Dalam kegiatan ini, PMI kota Yogyakarta sedikitnya menerjunkan empat orang. “Antusiasme kali ini amat tinggi, setidaknya sudah 40 kantong darah yang sudah kita dapat” papar Danun, Bagian Pelayanan darah PMI cabang Kota Yogyakarta. Bagi siapa saja yang bersedia mendonorkan darah maka PMI akan membuatkan kartu Donor Darah secara cuma-cuma. Kartu ini merupakan desain terbaru yang  disertai barcode dan identitas dari pendonor.
Kebutuhan kantong darah di PMI kota Yogyakarta per hari mencapai ratusan.  “Untuk berada di level aman, stock harus ada minimal 200 kantong darah. Ini dikarenakan dalam sehari PMI melayani permintaan 100 an kantong, padahal dalam sehari pendonor rata-rata hanya mendapat  80 an kantong” terang Danun. (iwn)


Ikhwanudin UMBY

Tidak ada komentar :

Posting Komentar