Logika Waktu Pendek Manusia
Era
hidup masa kini adalah era masyarakat modern yang dinamis. Arus informasi
menjadi kebutuhan pokok yang harus dinikmati setiap hari, bahkan bisa dalam
hitungan detik. Informasi yang datang
dari berbagai sumber dan dari berbagai belahan dunia dapat dipantau hanya melalui layar monitor. Tentu ini berkat
kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat. Hasil teknologi semacam
internet berdampak luar biasa terhadap pola kehidupan manusia.
Dunia
online memang telah menjadi kebutuhan masyarakat. Jika lebih ditelisik, kata
“online” yang tidak asing lagi di telinga secarah harfiah berarti “keadaan
konektivitas (ketersambungan) pada internet atau world wide web (www)”.
Sehingga bisa disimpulkan bahwa berbicara tentang “online” berarti bicara
tentang internet.
Banyak
dimensi yang bisa ditelisik dari dunia internet. Banyak hal yang baik atau
positif, namun pasti ada yang negatif. Yang paling penulis soroti adalah
berubahnya pola pikir manusia. Manusia (baca: masyarakat) tidak bisa dipungkiri
menjadi berpikir instan atau disebut juga berlogika waktu pendek. Manusia dalam
segala hal berpatokan pada kecepatan, sehingga berhasrat mencapainya. Misalnya:
media yang memberitakan paling cepat dalam suatu kasus adalah yang paling baik,
berbelanja melalui internet yang mudah karena tak menyita banyak ruang,
bersosial media dan lain sebagainya.
Imbas
dari pola pikir waktu pendek, manusia semakin terkikis rasa menghormati dan
menghargai. Apalagi mereka mulai menanggalkan sebuah proses dan berpaling pada
hasil semata. Sungguh hal ini perlu dicegah atau “disembuhkan” dengan cara memberikan
pengertian secara luas kepada masyarakat tentang positif dan negatif dari
perkembangan teknologi internet.
Ikhwanudin/
12072045/UMBY

Tidak ada komentar :
Posting Komentar