Senin, 13 Januari 2014

Telur Merah, Oleh-oleh khas Grebeg Maulud

Yogya – Upacara Grebeg Maulud pada Selasa (14/1) siang, yang disaksikan oleh ribuan warga dari dalam dan luar DIY membawa berkah bagi penjual Telur Merah. Jajanan khas Jogja ini laris manis diburu wisatawan untuk dijadikah oleh-oleh.


Telur Merah pada upacara Grebeg Maulud (14/1) diburu wisatawan. Jajanan ini merupakan panganan khas  yang melambangkan kesejahteraan

Mbah Wardi, salah satu pedagang Telur Merah mengaku senang karena dagangannya laku keras. Ia bersama anaknya, datang dari kampung Niten, Kasongan rutin menggelar dagangan di pelataran Alun-alun Utara setiap digelarnya acara Sekaten dan Grebeg Maulud. “Tadi malam saya merebus 13 kilo telur. Ini tinggal sedikit” katanya sembari menunjukkan sisa beberapa butir telur.

Harga sebutir telur tidaklah mahal, hanya Rp 3000,00. Pembeli jajanan Telur Merah biasanya adalah anak-anak. Seperti wisatawan cilik dari Jakarta bernama Putra yang didampingi ayahnya, Ia memborong lima telur dari mbah Wardi dan  akan dijadikan sebagai oleh-oleh.

Jajanan Telur Merah memang cocok sebagai oleh-oleh. Biasanya, panganan ini disajikan berupa butiran telur yang direbus berwarna merah yang ditusuk dengan ruasan bambu lalu dihias dengan kertas. Secara filosofi, Telur Merah dimaknai dengan kelahiran dan ruas bambu sebagai hubungan vertikal manusia dengan Tuhan.

(Ikhwanudin/Mercubuana/12072045)

Gambar lain:

Tidak ada komentar :

Posting Komentar