Telur
Merah, Oleh-oleh khas Grebeg Maulud
Yogya – Upacara Grebeg
Maulud pada Selasa (14/1) siang, yang disaksikan oleh ribuan warga dari dalam
dan luar DIY membawa berkah bagi penjual Telur Merah. Jajanan khas Jogja ini
laris manis diburu wisatawan untuk dijadikah oleh-oleh.
Telur Merah pada upacara Grebeg Maulud (14/1) diburu wisatawan. Jajanan ini merupakan panganan khas yang melambangkan kesejahteraan
Mbah Wardi, salah satu
pedagang Telur Merah mengaku senang karena dagangannya laku keras. Ia bersama
anaknya, datang dari kampung Niten, Kasongan rutin menggelar dagangan di
pelataran Alun-alun Utara setiap digelarnya acara Sekaten dan Grebeg Maulud.
“Tadi malam saya merebus 13 kilo telur. Ini tinggal sedikit” katanya sembari
menunjukkan sisa beberapa butir telur.
Harga sebutir telur
tidaklah mahal, hanya Rp 3000,00. Pembeli jajanan Telur Merah biasanya adalah
anak-anak. Seperti wisatawan cilik dari Jakarta bernama Putra yang didampingi
ayahnya, Ia memborong lima telur dari mbah Wardi dan akan dijadikan sebagai oleh-oleh.
Jajanan Telur Merah
memang cocok sebagai oleh-oleh. Biasanya, panganan ini disajikan berupa butiran
telur yang direbus berwarna merah yang ditusuk dengan ruasan bambu lalu dihias
dengan kertas. Secara filosofi, Telur Merah dimaknai dengan kelahiran dan ruas
bambu sebagai hubungan vertikal manusia dengan Tuhan.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar