Jumat, 20 Juni 2014

Experience is The Best Teacher


I had an experience that was unforgettable along of life. Even it brought regret in my self. It happened when i was on first class of senior high school in 2003. My mother had a hard illness. A complication illness that caused she got stroke. Her body was half distinguished, couldn’t talk, and just lie down in a bed.

Times by times passed, our family was back and forth  to hospital. They looked for medicine but she did not get a health. Even, her body was more thinner becaue of less eating she was difficult to eat.

As a second son, i helped my father to carry and took care my mother. But, one day i stayed in the lowest point of my own mental. I complained, " I am tired". Unsuitable words to be said from a son to his parent. The words that i most wished to be pulled but i couldn't. I was ashamed. I wish that I had not made so many complaints in my life history, but it was excessive.

Next several month, when my mother had agony of death, we surrounded, guided a syahadat sentence for her and i also made an apology from my deepest heart. I hoped she understood and forgave me. Although she couldn’t speak to us. After that , my mother left us forever.

I made a mistake because i complained and said " I am tired" when caring my mom. But, it was born a faith and spirit in my self: “Don’t repeat the same mistake again” particularly for kind people arround us. The more important thing is: Experience is the best teacher. I wish God forgive my mistake. I love mom.

(waniwan)


Selasa, 14 Januari 2014

Ribuan Warga Antusias Saksikan Upacara Grebeg Maulud

Yogya - Ribuan orang tampak memadati pelataran Keraton Yogyakarta, Alun-alun utara hingga Pasar Beringharjo, Selasa (14/1). Warga yang datang dari dalam dan luar DIY tersebut sangat antusias menyaksikan upacara Grebek Maulud yang digelar rutin dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Salah satu gunugan yang di arak oleh prajurit Kraton Yogyakarta pada acara Grebeg Maulud (14/1)

Seperti tahun sebelumnya, Kraton Ngayogyakarta mengarak tujuh gunungan yang dibawa ke tiga tempat berbeda untuk dibagi-bagikan kepada warga, yakni: Masjid Gede Kauman, Pura Paku Alaman, dan kompleks kepatihan Yogyakarta. Gunungan-gunungan yang berisi aneka hasil bumi seperti buah-buahan dan sayur mayor tersebut merupakan simbol sedekah  Raja kepada rakyatnya.

Fani, seorang mahasiswi dari kampus YKPN selalu menyempatkan diri datang bersama keluarga guna menyaksikan upacara Grebeg Maulud. Ia mengaku bangga terhadap Kraton Yogyakarta karena berhasil menggelar acara ini tiap tahunnya.  “Inilah istimewanya DIY, oleh karenanya budaya ini harus dipertahankan” imbuhnya.


(Ikhwanudin/Mercubuana/12072045)

Gambar lain:
Pasukan gajah

Lautan manusia
Video terkait:

Senin, 13 Januari 2014

Telur Merah, Oleh-oleh khas Grebeg Maulud

Yogya – Upacara Grebeg Maulud pada Selasa (14/1) siang, yang disaksikan oleh ribuan warga dari dalam dan luar DIY membawa berkah bagi penjual Telur Merah. Jajanan khas Jogja ini laris manis diburu wisatawan untuk dijadikah oleh-oleh.


Telur Merah pada upacara Grebeg Maulud (14/1) diburu wisatawan. Jajanan ini merupakan panganan khas  yang melambangkan kesejahteraan

Mbah Wardi, salah satu pedagang Telur Merah mengaku senang karena dagangannya laku keras. Ia bersama anaknya, datang dari kampung Niten, Kasongan rutin menggelar dagangan di pelataran Alun-alun Utara setiap digelarnya acara Sekaten dan Grebeg Maulud. “Tadi malam saya merebus 13 kilo telur. Ini tinggal sedikit” katanya sembari menunjukkan sisa beberapa butir telur.

Harga sebutir telur tidaklah mahal, hanya Rp 3000,00. Pembeli jajanan Telur Merah biasanya adalah anak-anak. Seperti wisatawan cilik dari Jakarta bernama Putra yang didampingi ayahnya, Ia memborong lima telur dari mbah Wardi dan  akan dijadikan sebagai oleh-oleh.

Jajanan Telur Merah memang cocok sebagai oleh-oleh. Biasanya, panganan ini disajikan berupa butiran telur yang direbus berwarna merah yang ditusuk dengan ruasan bambu lalu dihias dengan kertas. Secara filosofi, Telur Merah dimaknai dengan kelahiran dan ruas bambu sebagai hubungan vertikal manusia dengan Tuhan.

(Ikhwanudin/Mercubuana/12072045)

Gambar lain:

Sabtu, 07 Desember 2013

Sementara itu memabukkan

http://arimbibimoseno.com/tag/berserah-diri/

Hidup di dunia hanya semntara, akan tetapi apakah yang semntara itu dibiarkan melintas tanpa makna?
malah, yang sementara itu mmbuat orang terlena, terpana hingga terobesi
sementara itu tak selamanya sedang yang dikira selamanya itu sebenarnya adalah sementara

hidup hidup dan hidup
cobaan cobaan dan cobaan
itu lah yang sering kita bahas, bahkan kita keluhkan
seakan melupakan nikmat, nikmat dan nikmat
anugerah anugerah dan keselamatan

Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang hingga sseorang itu merubahnya sendiri
bisa dimaknai Tuhan memberikan bekal awal pada manusia adalah sebuah kenikmatan
tapi terkadang manusia tak pandai bersyukur
hingga tangan-tangan jahil dirinya lah yang merusak nikmat-NYa

kenikmatan harus disyukuri sehingga menjadi berkah selamanya
kemaksiatan harus segera diperbaiki shingga hanyalah sementara
selamanya dan sementara tak bisa digabung
sama halnya kebaikan dan kemaksiatan yang tidak bisa disatukan

akhirnya, Yang sementara akan memilih dunia
sedang yang selamanya akan memihak akhirat
tapi jika dan hanya jika ingin selamat dari yang sementara dan selamanya
Iman jawabannya

Iman adalah keselamatan...

(Ikhwanudin / Mercubuana 2013)

Kamis, 31 Oktober 2013

Mesin Canggih ‘mbah Google’



Siapa yang tidak mengenal kata ‘google’. Hampir bisa dipastikan siapa yang mengenal internet maka tak asing dengan kata tersebut. Begitu istimewanya, maka ‘google’ sang mesin pencari dijadikan rujukan pertama ketika browsing. Sangat familiar terhadapnya, sehingga kita sering menjulukinya ‘mbah google’. Secara adat Jawa, kata ‘mbah’ berarti eyang. Secara filosofi begitu dihormati, tempat rujukan, syarat pengalaman.
Hal yang lumrah jika orang menyebut ‘mbah google’. Sebagai orang ‘awam’ yang berinternet, amat terbantu dengan kehadirannya. Berpedoman dengan kata kuncinya saja tanpa perlu mengingat alamat webnya, maka bisa langsung diketikkan dan hasilnya situs-situs yang berkaitan dengan kata kunci tadi. Mungkin situs yang muncul bisa puluhan bahkan ratusan.
Melalui ‘mbah google’ inilah, penulis bisa mengunjungi situs favorit tentang dunia bola. Ada beberapa situs yang sering dikunjungi, salah satunya www.bolanews.com. Di situ lah penulis berelancar di dunia maya, menggali informasi tentang jagat bola. Bisa update berita tentang piala dunia, liga champion, atau liga Italia. Tak ketinggalan timnas Indonesia yang baru saja merebut piala AFF U-19. Maju terus Garuda Muda..!!!
Mengapa penulis lebih sering menggunakan ‘mbah google’?. Memang masih ada mesin pencari lain macam yahoo, ask, AOL search, funmoods, akan tetapi aspek kemudahan lah yang mendasarinya. Di komputer manapun atau di warnet mana saja kita lebih mudah menjumpai mesin pencari ‘mbah google’ dari pada yang lain. Selain itu, setali tiga uang: memang sedari awal, penulis berkenalan internet sekaligus berkenalan juga dengan ‘mbah google’.
(Iwan/UMBY)